February 1, 2009
· Filed under Uncategorized · Tagged bersyukur renungan
Bersyukurlah. ..
Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan
… Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu
memberimu kesempatan untuk belajar..
Bersyukurlah untuk masa – masa yang sulit..Di masa itulah kamu
tumbuh…..
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. .. Karena itu memberimu
kesempatan untuk berkembang..
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …Karena itu akan membangun
kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …Itu memberi pelajaran
yang berharga …
Mungkin mudah untuk kita bersyukur ketika mengalami hal – hal baik ….
Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang
tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit.
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena
itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua
itu akan menjadi berkat bagimu ..
” There’s No Fear in Love But Perfect Love Casts Out Fear”
“Happy moments; praise God, Difficult moments; seek God Quiet moments;
worship God, Painful moment; trust God Every moment; thanks God”
January 8, 2009
· Filed under Uncategorized · Tagged bambu, hikmah, Tausiyah
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?” Read the rest of this entry »
January 7, 2009
· Filed under Uncategorized · Tagged Tausiyah
Ya Allah dalam hatiku selalu berdoa agar kau jadikan saudaraku menjadi orang yang layak untuk dicintaimu. Sempurnakanlah tiap kekurangannya, muliakanlah tiap kelebihannya, sayangi dia seperti Kau menyayangi hamba-hambaMu yang shaleh, amiin
Ya Allah… Jagalah saudaraku, dikala penjagaanku tidak sampai kepadanya. Sayangi ia kala sayangku tidak mampu merengkuhnya dalam nyata. Muliakan ia, kala penghargaanku tak tak terangkum dalam kata yang bersahaja.. Karena Engkau punya segala yang tak kupunya dan karena ku ingin dia selalu menjadi saudaraku di dunia dan mengharap bertemu dengannya di surga. Amiin
Ya Allah.. berikanlah kepada kami kekuatan untuk selalu taat kepadaMU dalam keadaan sendiri maupun bersama-sama, lapang maupun sempit, ringan maupun berat, senang maupun susah. Jadikan kami termasuk kedalam golongan yang sedikit, yaitu orang-orang diakhir zaman yang selalu bersegera dalam melaksanakan perintahMu. Dan kumpulkanlah kami kedalam kumpulan hamba-hambaMu di yaumil hisab yang mendapat panggilan “ Ya Ayyuhal Muthmainnah Irji’ii ila Robbiki Rodhiyatam Mardhiyah, Fadkhuli fii ‘Ibaadi wadkhuli Jannati” Amiin
January 6, 2009
· Filed under Uncategorized · Tagged silahturahim, persaudaraan, renungan
Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan.
Indahnya persaudaraan. Sebuah anugerah Allah yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir bersama persaudaraan. Ada tolong-menolong, terbentuknya jaringan usaha, bahkan kekuatan politik umat.
Namun, pernik-pernik lapangan kehidupan nyata kadang tak seindah idealita. Ada saja khilaf, salah paham, friksi, yang membuat jalan persaudaraan tidak semulus jalan tol. Ketidakharmonisan pun terjadi. Kebencian terhadap sesama saudara pun tak terhindarkan.
Muncullah kekakuan-kekakuan hubungan. Interaksi persaudaraan menjadi hambar. Sapaan cuma basa-basi. Tidak ada lagi kerinduan. Sebaliknya, ada kekecewaan dan kebencian. Suatu hal yang sulit ditemukan dalam tataran idealita persaudaraan Islam.
Lebih repot lagi ketika disharmoni itu menular ke orang lain. Keretakan persaudaraan bukan lagi hubungan antar dua pihak, bahkan merembet. Penyebarannya bisa horisontal atau ke samping, bisa juga vertikal atau atas bawah. Para orang tua yang berseteru, anak cucu pun bisa ikut kebagian.
Rasulullah saw. pernah mengingatkan itu dalam sabdanya, “Cinta bisa Read the rest of this entry »
January 6, 2009
· Filed under Uncategorized · Tagged rizki jaminan renungan
Orang sering keliru memahami ayat al Qur’an yang menyatakan bahwa Alloh SWT sudah menjamin rizki bagi semua makhluknya. Salah paham itu diwujudkan dengan tidak mau bekerja keras , tidak mau berusaha mencari rizki dengan alasan bahwa rizki sudah diatur oleh Tuhan, yang menjadi rizkinya tidak akan lari dan yang bukan rizkinya biar dikejar juga nggak bakal dapet, katanya. Ayat itu berbunyi “wama min daaabbatin …..illa `alallohi rizquha”, yang artinya “tidak ada binatang melata satupun di muka bumi kecuali rizkinya sudah ditanggung oleh Alloh. Jaminan Tuhan ini diperuntukkan bagi seluruh makhluknya, termasuk nyamuk, cecak, semut bahkan kuman, mereka semua dijamin ketersediaan rizkinya”. Alloh menciptakan alam ini sangat sempurna sebagai hunian makhluknya, masing-masing berfungsi bagi yang lain. Sampah menjadi pupuk pepohonan, limbah manusia menjadi konsumsi binatang atau ikan,pokoknya tidak ada energi yang terbuang, karena tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang tak berguna, robbana ma kholaqta haza bathila, kata al Qur’an.
Kebutuhan
Sesungguhnya setiap makhluk termasuk manusia memiliki standard kebutuhan universal. Bagi binatang semua kebutuhan hidupnya sudah terhampar di bumi, Read the rest of this entry »
December 9, 2008
· Filed under Uncategorized · Tagged Add new tag, hati, kekuatan, renungan
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.
Read the rest of this entry »
December 9, 2008
· Filed under Uncategorized · Tagged apel, orang tua, renungan

pohon_apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.”jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku Read the rest of this entry »