<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Forsil04's Weblog</title>
	<atom:link href="http://forsil04.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forsil04.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Feb 2009 02:02:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='forsil04.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Forsil04's Weblog</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://forsil04.wordpress.com/osd.xml" title="Forsil04&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://forsil04.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bersyukurlah&#8230;.</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2009/02/01/bersyukurlah/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2009/02/01/bersyukurlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 02:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukurlah. .. Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan &#8230; Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan? Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.. Bersyukurlah untuk masa &#8211; masa yang sulit..Di masa itulah kamu tumbuh&#8230;.. Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. .. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.. Bersyukurlah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=44&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bersyukurlah. ..</p>
<p>Bersyukurlah bila kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan<br />
&#8230; Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?</p>
<p>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu tentang sesuatu Karena itu<br />
memberimu kesempatan untuk belajar..</p>
<p>Bersyukurlah untuk masa &#8211; masa yang sulit..Di masa itulah kamu<br />
tumbuh&#8230;..</p>
<p>Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. .. Karena itu memberimu<br />
kesempatan untuk berkembang..</p>
<p>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru &#8230;Karena itu akan membangun<br />
kekuatan dan karaktermu &#8230;</p>
<p>Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat &#8230;Itu memberi pelajaran<br />
yang berharga &#8230;</p>
<p>Mungkin mudah untuk kita bersyukur ketika mengalami hal &#8211; hal baik &#8230;.<br />
Namun, hidup yang berkelimpahan justru datang pada mereka yang<br />
tetap dapat bersyukur pada masa masa yang sulit.</p>
<p>Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif .. Karena<br />
itu, temukan cara bersyukur ketika menghadapi permasalahan, maka semua<br />
itu akan menjadi berkat bagimu ..</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-GB">&#8221; There&#8217;s No Fear in Love But Perfect Love Casts Out Fear&#8221;<br />
&#8220;Happy moments; praise God, Difficult moments; seek God Quiet moments;<br />
worship God, Painful moment; trust God Every moment; thanks God&#8221;<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=44&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2009/02/01/bersyukurlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sebatang Bambu</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/08/kisah-sebatang-bambu/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/08/kisah-sebatang-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 07:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?” Batang bambu menjawabnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=37&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.<br />
Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”<span id="more-37"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.<br />
Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”</p>
<p style="text-align:justify;">Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">sumber : http://faskhoskismada08.wordpress.com/2008/11/10/kisah-sebatang-bambu/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=37&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/08/kisah-sebatang-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tausiyah 070108</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/07/tausiyah-070108/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/07/tausiyah-070108/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah dalam hatiku selalu berdoa agar kau jadikan saudaraku menjadi orang yang layak untuk dicintaimu. Sempurnakanlah tiap kekurangannya, muliakanlah tiap kelebihannya, sayangi dia seperti Kau menyayangi hamba-hambaMu yang shaleh, amiin Ya Allah… Jagalah saudaraku, dikala penjagaanku tidak sampai kepadanya. Sayangi ia kala sayangku tidak mampu merengkuhnya dalam nyata. Muliakan ia, kala penghargaanku tak tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=28&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah dalam hatiku selalu berdoa agar kau jadikan saudaraku menjadi orang yang layak untuk dicintaimu. Sempurnakanlah tiap kekurangannya, muliakanlah tiap kelebihannya, sayangi dia seperti Kau menyayangi hamba-hambaMu yang shaleh, amiin</p>
<p>Ya Allah… Jagalah saudaraku, dikala penjagaanku tidak sampai kepadanya. Sayangi ia kala sayangku tidak mampu merengkuhnya dalam nyata. Muliakan ia, kala penghargaanku tak tak terangkum dalam kata yang bersahaja.. Karena Engkau punya segala yang tak kupunya dan karena ku ingin dia selalu menjadi saudaraku di dunia dan mengharap bertemu dengannya di surga. Amiin</p>
<p>Ya Allah.. berikanlah kepada kami kekuatan untuk selalu taat kepadaMU dalam keadaan sendiri maupun bersama-sama, lapang maupun sempit, ringan maupun berat, senang maupun susah. Jadikan kami termasuk kedalam golongan yang sedikit, yaitu orang-orang diakhir zaman yang selalu bersegera dalam melaksanakan perintahMu. Dan kumpulkanlah kami kedalam kumpulan hamba-hambaMu di yaumil hisab yang mendapat panggilan <i>“ Ya Ayyuhal Muthmainnah Irji’ii ila Robbiki Rodhiyatam Mardhiyah, Fadkhuli fii ‘Ibaadi wadkhuli Jannati”</i> Amiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=28&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/07/tausiyah-070108/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silahturahim : Menyiram Pohon Persaudaraan</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/menyiram-pohon-persaudaraan/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/menyiram-pohon-persaudaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 06:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[silahturahim, persaudaraan, renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan. Indahnya persaudaraan. Sebuah anugerah Allah yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=21&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persaudaraan kadang seperti tingkah dahan-dahan yang ditiup angin. Walau satu pohon, tak selamanya gerak dahan seiring sejalan. Adakalanya seirama, tapi tak jarang berbenturan. Tergantung mana yang lebih kuat: keserasian batang dahan atau tiupan angin yang tak beraturan.</p>
<p>Indahnya persaudaraan. Sebuah anugerah Allah yang teramat mahal buat mereka yang terikat dalam keimanan. Segala kebaikan pun terlahir bersama persaudaraan. Ada tolong-menolong, terbentuknya jaringan usaha, bahkan kekuatan politik umat.</p>
<p>Namun, pernik-pernik lapangan kehidupan nyata kadang tak seindah idealita. Ada saja khilaf, salah paham, friksi, yang membuat jalan persaudaraan tidak semulus jalan tol. Ketidakharmonisan pun terjadi. Kebencian terhadap sesama saudara pun tak terhindarkan.</p>
<p>Muncullah kekakuan-kekakuan hubungan. Interaksi persaudaraan menjadi hambar. Sapaan cuma basa-basi. Tidak ada lagi kerinduan. Sebaliknya, ada kekecewaan dan kebencian. Suatu hal yang sulit ditemukan dalam tataran idealita persaudaraan Islam.</p>
<p>Lebih repot lagi ketika disharmoni itu menular ke orang lain. Keretakan persaudaraan bukan lagi hubungan antar dua pihak, bahkan merembet. Penyebarannya bisa horisontal atau ke samping, bisa juga vertikal atau atas bawah. Para orang tua yang berseteru, anak cucu pun bisa ikut kebagian.</p>
<p>Rasulullah saw. pernah mengingatkan itu dalam sabdanya, “Cinta bisa<span id="more-21"></span> berkelanjutan (diwariskan) dan benci pun demikian.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Waktu memang bisa menjadi alat efektif peluntur kekakuan itu. Saat gesekan menghangat, perjalanan waktulah yang berfungsi sebagai pendingin. Orang menjadi lupa dengan masalah yang pernah terjadi. Ada kesadaran baru. Dan kerinduan pun menindaklanjuti.</p>
<p>Kalau berhenti sampai di situ, bisa jadi, perdamaian cuma datang dari satu pihak. Karena belum tentu, waktu bisa menjadi solusi buat pihak lain. Kalau pun bisa, sulit memastikan bertemunya dua kesadaran dalam rentang waktu yang tidak begitu jauh.</p>
<p>Perlu ada cara lain agar kesadaran dan perdamaian bertemu dalam waktu yang sama. Dan silaturahim adalah salah satunya. Inilah cara yang paling ampuh agar kekakuan, ketidaksepahaman, kekecewaan menjadi cair. Suasana yang panas pun bisa berangsur dingin.</p>
<p>Dengan nasihat yang begitu sederhana, Rasulullah saw. mengajarkan para sahabat tentang keunggulan silaturahim. Beliau saw. bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung tali silaturahim.” (<em>Muttafaq ‘alaih</em>)</p>
<p>Menarik memang tawaran Rasul tentang manfaat silaturahim: luasnya rezeki dan umur yang panjang. Dua hal tersebut merupakan simbol kenikmatan hidup yang begitu besar. Bumi menjadi begitu luas, damai, dan nyaman. Sehingga, kehidupan pun menjadi sangat berarti.</p>
<p>Masalahnya, tidak mudah menggerakkan hati untuk berkunjung ke orang yang pernah dibenci. Mungkin masih terngiang seperti apa sakitnya hati. Begitu berat beban batin. Berat. Terlebih ketika setan terus mengipas-ngipas bara luka lama. Saat itulah, setan memposisikan diri seseorang sebagai pihak yang patut dikunjungi. Bukan yang mengunjungi. Kalau saja bukan karena rahmat Allah, seorang mukmin bisa lupa kalau <em>‘izzah</em> bukan untuk sesama mukmin. Tapi, buat orang kafir.</p>
<p>Firman Allah swt. “<em>Hai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, yang bersikap adzillah (lemah lembut) terhadap orang mukmin, yang bersikap ‘izzah (keras) terhadap orang-orang kafir…</em>.” (QS. 5: 54)</p>
<p>Setidaknya, ada tiga persiapan yang mesti diambil agar silaturahim tidak terasa berat. Pertama, murnikan keinginan bersilaturahim hanya karena Allah. Ikatan hati yang terjalin antara dua mukmin adalah karena anugerah Allah. Ikatan inilah yang menembus beberapa hati yang berbeda warna menjadi satu cita dan rasa. Sebuah ikatan yang sangat mahal.</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “<em>dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka…</em>.” (QS. Al-Anfal: 63)</p>
<p>Jangan pernah selipkan maksud-maksud lain dalam silaturahim. Karena di situlah celah setan memunculkan kekecewaan. Ketika maksud itu tak tercapai, silaturahim cuma sekadar basa-basi. Silaturahim tinggallah silaturahim, tapi hawa permusuhan tetap ada.</p>
<p>Kedua, cintai saudara seiman sebagaimana mencintai diri sendiri. Inilah salah satu cara mengikis ego diri yang efektif. Ketika tekad ini terwujud, yang terpikir adalah bagaimana agar bisa memberi. Bukan meminta. Apalagi menuntut.</p>
<p>Akan muncul dalam nurani yang paling dalam bagaimana bisa memberi sesuatu kepada saudara seiman. Termasuk, memberi maaf. Meminta maaf memang sulit. Dan, akan lebih sulit lagi memberi maaf.</p>
<p>Hal inilah yang paling sulit dalam tingkat keimanan seseorang. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak beriman seseorang di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”</p>
<p>Ketiga, bayangkan kebaikan-kebaikan saudara yang akan dikunjungi, bukan sebaliknya. Kerap kebencian bisa menihilkan kebaikan orang lain. Timbangan diri menjadi tidak adil. Kebaikan yang bertahun-tahun bisa terhapus dengan kesalahan semenit.</p>
<p>Maha Benar Allah dalam firmanNya, “…<em>Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa</em>….” (QS. 5: 8 )</p>
<p>Tak ada yang pernah dirugikan dari silaturahim. Kecuali, tiupan angin ego yang selalu ingin dimanjakan. Karena, ulahnya tak lagi membuat tangkai-tangkai dahan berbenturan.</p>
<p>sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/silaturahim-menyiram-pohon-persaudaraan/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=21&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/menyiram-pohon-persaudaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaminan Rizki</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/jaminan-rizki/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/jaminan-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 04:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[rizki jaminan renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Orang sering keliru memahami ayat al Qur’an yang menyatakan bahwa Alloh SWT sudah menjamin rizki bagi semua makhluknya. Salah paham itu diwujudkan dengan tidak mau bekerja keras , tidak mau berusaha mencari rizki dengan alasan bahwa rizki sudah diatur oleh Tuhan, yang menjadi rizkinya tidak akan lari dan yang bukan rizkinya biar dikejar juga nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=14&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;">Orang sering keliru memahami ayat al Qur’an yang menyatakan bahwa Alloh SWT sudah menjamin rizki bagi semua makhluknya. Salah paham itu diwujudkan dengan tidak mau bekerja keras , tidak mau berusaha mencari rizki dengan alasan bahwa rizki sudah diatur oleh Tuhan, yang menjadi rizkinya tidak akan lari dan yang bukan rizkinya biar dikejar juga nggak bakal dapet, katanya. Ayat itu berbunyi <em>&#8220;wama min daaabbatin …..illa `alallohi rizquha&#8221;</em>, yang artinya &#8220;tidak ada binatang melata satupun di muka bumi kecuali rizkinya sudah ditanggung oleh Alloh. Jaminan Tuhan ini diperuntukkan bagi seluruh makhluknya, termasuk nyamuk, cecak, semut bahkan kuman, mereka semua dijamin ketersediaan rizkinya&#8221;. Alloh  menciptakan alam ini sangat sempurna sebagai hunian makhluknya, masing-masing berfungsi bagi yang lain. Sampah menjadi pupuk pepohonan, limbah manusia menjadi konsumsi binatang atau ikan,pokoknya tidak ada energi yang terbuang, karena tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang tak berguna, robbana ma kholaqta haza bathila, kata al Qur’an.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><strong>Kebutuhan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;">Sesungguhnya setiap makhluk termasuk manusia memiliki standard kebutuhan universal. Bagi binatang semua kebutuhan hidupnya sudah terhampar di bumi, <span id="more-14"></span>tinggal mengambil kapan menginginkan, tidak perlu memiliki gudang persediaan. Tetapi bagi manusia sebagai makhluk psikologis, makhluk sosial dan makhluk budaya, manusia memiliki konsep kebutuhan yang berbeda-beda, bahkan mana kebutuhan primer dan mana yang sekunder manusia memiliki konsep yang berbeda. Bagi seorang dosen, buku adalah kebutuhan primer, tapi bagi petani di kampong buku masuk kategori kebutuhan sekunder. Dari segi kecukupan, ada orang yang merasa sudah tercukupi jika kebutuhan hari ini sudah tersedia, soal besok ya besok saja.<br />
Yang lain baru merasa tercukupi jika kebuTuhan untuk besok hari juga sudah tersedia. Yang lain lagi ada yang baru bisa tenang jika kebutuhan untuk satu bulan sudah berada dalam genggaman tangannya. Nah ada juga yang baru bisa tenang jika kebutuhan untuk tujuh turunan sudah terjamin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><strong>Tingkatan rizki</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;">Yang dimaksud dengan rizki adalah segala sesuatu yang memberi manfaat, <em>&#8220;kullu ma yustafad&#8221;</em>,makanan menjadi rizki jika memberi manfaat,maka sate kambing pedas bukan rizki bagi orang yang mengidap sakit maag, atau pengidap darah tinggi. Gula bukan rizki bagi orang yang mengidap sakit gula. Sebaliknya udara, ilmu, tetangga, handai taulan,jabatan, suami,isteri  adalah rizki jika itu semua memberi manfaat. Bahwa Tuhan sudah menyediakan rizki yang dibutuhkan oleh  semua makhluknya adalah sepenuhnya benar , tetapi karena manusia memiliki konsep kebutuhan yang berbeda,maka jaminan rizki Alloh SWT kepada manusia diberikan secara bertingkat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><em><strong>a.Rizki Yang Dijamin<br />
</strong></em> Rizki yang dijamin oleh Alloh SWT adalah kebutuhan dasar,kebutuhan universal, seperti oksigen, air, dan makanan.Dimanapun manusia hidup disitu dijamin ada sesuatu yang bisa dimakan agar manusia bisa tetap eksis.Di laut, di hutan bahkan di padang pasir sekalipun tersedia makanan dan minuman untuk penghuninya.Manusia yang ditantang untuk mencari dan mengolahnya. Tetapi kebutuhan pulsa, kosmetik dan yang sebangsa itu tidak dijamin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><em><strong>b.Rizki yang harus dipilih</strong></em><br />
Alloh menawarkan banyak fasilitas rizki, ada yang sangat bermutu, ada yang bermutu, yang kurang bermutu dan ada yang tidak bermutu. Bagi setiap orang ,rizki yang ditawarkan itu juga ada yang sangat cocok, cocok, kurang cocok dan ada yang tidak cocok. Nah manusia dipersilahkan memilih mana yang dipandang terbaik, sangat cocok dan halal,atau mau memilih yang  meski kurang baik tetapi yang penting halal, atau yang dinilai bermutu, mudah memperolehnya,meski haram. Nah tiap orang akan menikmati tingkat manfaat dari rizki itu. Ada yang memperoleh sedikit, kurang bermutu, tetapi manfaatnya besar, disebut berkah. Ada yang memperoleh banyak,berkualitas tinggi tetapi tidak membawa manfaat, disebut tidak berkah. Perampok atau koruptor bisa memperoleh dalam jumlah besar dalam waktu pendek, tetapi yang banyak itu ternyata tidak membawa kebahagiaan,dan bahkan cepat habis tak berbekas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="font-family:trebuchet ms;">c.Rizki yang harus diperjuangkan</span></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> Adakalanya Alloh SWT menyediakan begitu banyak rizki,tetapi orang tidak mudah mengambilnya, betapapun sudah menjadi pilihannya. Untuk mengambilnya orang harus berjuang keras melawan jarak,ruang dan waktu yang kesemuanya mengandung resiko berat, ada yang berhasil dan banyak yang gagal.  Hanya orang kuat dan diridhoi Alloh yang berhasil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="font-family:trebuchet ms;">d.Rizki yang dihalangi</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> Ada orang kaya mendadak dengan memperoleh  uang banyak dalam waktu sekejap. Tetapi rupanya rizki itu termasuk rizki yang dihalangi. Saking gembiranya dapat rizki nomplok orang itu menjadi gila, dan setelah gila maka uang banyak itu lalu menjadi tidak menjadi rizki, karena orang gila tidak lagi dapat menikmati kekayaan. Ada juga orang kaya yang mempunyai banyak hal,  tetapi kemudian ia menderita sakit yang menyebabkan ia tidak bisa menelan makanan. Maka setelah itu makanan yang disantap harus melalui infus. Ia punya makanan banyak tetapi ia dihalangi untuk menikmati lezatnya makanan. Atau adalagi orang ganteng yang baru berhasil mempersunting gadis cantik. Tiba-tiba dalam perjalanan pulang turun dari gedung resepsi, ia terpeleset jatuh yang menyebabkan syaraf  tertentu terganggu dan menyebabkan impoten permanen. Nah, isteri cantik itu tidaklagimenjadi rizki, sebaliknya menjadi siksaan, karena ia tidak lagi bermakna di depan isterinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;">sumber</p>
<p>http://mubarok-institute.blogspot.com</p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=14&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2009/01/06/jaminan-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Hati</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kekuatan-hati/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kekuatan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 06:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, &#8220;Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=10&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Malaikat memulai pembicaraan, &#8220;Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;"> &#8220;Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . &#8221; kata si pengusaha ini dengan yakinnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;"> Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, &#8220;Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit&#8221;.</span><br />
<span id="more-10"></span><br />
<span style="font-family:Trebuchet MS;">Dengan lembut si Malaikat berkata, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Kata Malaikat, &#8220;Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, &#8221; Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan<br />
seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Dengan setengah bergumam dia bertanya,&#8221;Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Jawab si Malaikat, &#8221; Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah&#8221;. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00&#8243;.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. &#8220;Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. &#8220;</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">&#8220;Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. &#8220;</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain&#8230; Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Terima kasih</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;">Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, &#8220;Ya ALLAH, hamba mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang&#8230;!!!&#8221;. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=10&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kekuatan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Pohon Apel&#8230;.</title>
		<link>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kisah-pohon-apel/</link>
		<comments>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kisah-pohon-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 04:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>forsil04</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[apel]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forsil04.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=3&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4" class="wp-caption alignleft" style="width: 89px"><img class="size-thumbnail wp-image-4" title="pohon_apel" src="http://forsil04.files.wordpress.com/2008/12/pohon_apel.jpg?w=79&#038;h=96" alt="pohon_apel" width="79" height="96" /><p class="wp-caption-text">pohon_apel</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,&#8221; pinta pohon apel itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.&#8221;jawab anak lelaki itu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku <span id="more-3"></span>tak punya uang untuk membelinya.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pohon apel itu menyahut,&#8221;Duh, maaf aku pun tak punya uang&#8230; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">buah apel</span> yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Ayo bermain-main denganku lagi.&#8221; kata pohon apel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku tak punya waktu,&#8221; jawab anak lelaki itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.&#8221; kata pohon apel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Ayo bermain-main lagi deganku.&#8221; kata pohon apel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku sedih,&#8221; kata anak lelaki itu. &#8220;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian,anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Maaf anakku,&#8221; kata pohon apel itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.&#8221; Kata pohon apel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.&#8221; jawab anak lelaki itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.&#8221; kata anak lelaki.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">&#8220;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/forsil04.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/forsil04.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=forsil04.wordpress.com&amp;blog=5108341&amp;post=3&amp;subd=forsil04&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forsil04.wordpress.com/2008/12/09/kisah-pohon-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad8c65a6fd23581dc8ba53c50f01a737?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">forsil04</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://forsil04.files.wordpress.com/2008/12/pohon_apel.jpg?w=79" medium="image">
			<media:title type="html">pohon_apel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
